Dampak Globalisasi terhadap sosial budaya
Keadaaan keseimbangan dalam masyarakat merupakan keadaan yang diidam-idamkan oleh setiap masyarakat. Dalam keadaan yang demikian, individu-individu secara psikologis merasakan adanya suatu ketentraman, sebab tidak ada pertentangan-pertentangan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Setiap kali terjadi gangguan keseimbangan, masyarakat dapat menolak unsur-unsur yang akan membawa perubahan. Penolakan ini disebabkan masyarakat takut terjadi goyahnya keseimbangan sistem yang berarti dapat muncul ketidaktentraman. Oleh karena itu, masyarakat cenderung untuk mempertahankan keadaan dan kebudayaan yang sudah ada.
Lenyapnya kesabaran sosial dalam menghadapi realitas kehidupan yang semakin sulit sehingga mudah mengamuk dan melakukan berbagai tindakan kekerasan dan anarki. Merosotnya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum, etika, moral, dan kesantunan sosial. Semakin meluasnya penyebaran narkoba serta penyakit-penyakit sosial lain. Berlanjutnya konflik dan kekerasan yang bernuansa politis, etnis, dan agama seperti yang pernah terjadi di berbagai wilayah Aceh, Kalimantan Barat dan Tengah, dan Sulawesi Tengah.
Pada satu sisi muncul budaya hybrid (macam-macam budaya tanpa identitas) tampaknya tidak terelakkan, khususnya karena pengaruh globalisasi yang semakin sulit dihindari. Beberapa sisi negatif dari munculnya budaya hybrid antara lain:
- Dapat mengakibatkan erosi budaya
- Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal
- Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri
- Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme
Multikulturalisme merupakan sebuah paham yang menekankan kesederajatan dan kesetaraan budaya-budaya lokal dengan tanpa mengabaikan hak-hak dan eksistensi budaya lain. Itu penting kita pahami bersama dalam kehidupan masyarakat multikultural seperti bangsa Indonesia. Jika tidak, mungkin akan selalu terjadi konflik akibat ketidaksaling pengertian dan pemahaman terhadap realitas multikultural tersebut.

hay..
BalasHapus